1. Dial Up
Akses
Internet putar-nomor (bahasa Inggris: dial-up connection) adalah
istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu
kepada akses Internet dengan menggunakan jalur telepon
tetap atau telepon bergerak. Pertama-tama, komputer melalui modem melakukan pemanggilan telepon (dial-up) ke Penyelenggara Jasa Internet. Setelah
terhubung maka komputer dapat segera mengakses Internet dan kemudian mengakhiri koneksi dengan memutuskan hubungan
telepon.
Masih banyak orang yang mempergunakan layanan Dial-up ini disebabkan ketidakmampuan
mendapatkan layanan hubungan kecepatan tinggi (high-speed Internetconnection),
karena keterbatasan biaya dan area geografis.
Cara
Penggunaan
Untuk melakukan Dial-up Connection, dibutuhkan perangkat-perangkat
sebagai berikut:
·
Komputer
·
Modem
·
Saluran Telepon
·
Nama pengguna dan
kata sandi: disediakan oleh ISP dimana kita berlangganan, login tidak dapat
diganti sedangkan password dapat kita ganti sendiri secara berkala untuk
menjaga keamanan.
Yang perlu kita lakukan adalah:
·
Berlangganan ke
salah satu ISP terdekat
·
Memasang modem ke
komputer kita
·
Meng-install
software Internet yang disediakan oleh ISP
·
Menghubungkan
diri (dial-up) ke ISP
Setelah komputer terhubung ke ISP maka saat itu pula komputer
sudah dapat terhubung ke Internet dan kita dapat memulai penjelajahan di
Internet. Hubungan ke Internet hanya terjalin selama mempertahankan koneksi
komputer kita ke ISP melalui modem. Begitu kita memutuskan hubungan modem ke
ISP maka saat itu pula kompuer terputus dari Internet.
Hubungan yang kita lakukan ke ISP adalah hubungan lokal
(menggunakan pulsa telepon lokal) namun kita sudah bisa menjelajahi Internet
dan mengunjungi tempat-tempat lain di seluruh dunia. Tentunya
‘kunjungan’ kita ke tempat-tempat lain tersebut bersifat maya (tidak nyata)
karena kita hanya dapat melihat-lihat informasi yang terkandung di
komputer-komputer lain di seluruh dunia yang terhubung ke Internet. Karena
sifatnya yang maya inilah maka Internet dikenal sebagai cyberspace (dunia maya).
Dial-up Connection ini pada umumnya digunakan oleh pribadi-pribadi
yang menginginkan untuk mengakses Internet dari rumah. Komputer yang digunakan
untuk dial-up pada umumnya adalah sebuah komputer tunggal (bukan jaringan
komputer)
Kelebihan:
-
Biasanya memberikan IP yang dinamisi
-
Sudah diintegrasi ke semu laptop keluaran baru
-
Besar biaya dapat diperkirakan
-
Cara pendeteksi kerusakan mudah
Kelemahan:
-
Boros kabel
-
Pemakaian berlangganan
-
Jalan waktu browsing lambat
-
Sering terjadi trouble
-
Tak bisa dibawa kemana-mana
-
Memerlukan saluran telepon untuk tersambung ke
internet
2. ADSL
Asymmetric Digital Subscriber Line adalah salah
satu bentuk dari teknologi DSL. Ciri khas ADSL adalah sifatnya yang asimetrik,
yaitu bahwa data ditransferkan dalam kecepatan yang berbeda dari satu sisi ke
sisi yang lain.
Sejarah
Sebelum ADSL, kita sudah terlebih dulu mengenal sistem yang
disebut dial-up. Sistem ini
menggunakan sambungan kabel telepon sebagai jaringan penghubung dengan Internet Service Provider (ISP). Namun dalam
penggunaannya, dial-up memiliki beberapa kekurangan. Seperti
rendahnya kecepatan dalam mengakses Internet, terlebih di jam-jam tertentu yang
merupakan waktu sibuk atau office
hour. Selain itu, karena menggunakan sambungan telepon, kita tidak bisa
menggunakan telepon bila sedang melakukan koneksi Internet. Penggunaan
sambungan telepon juga memungkinkan tingginya tingkat gangguan atau noise bila
sedang menggunakan Internet. Kekurangan
lainnya adalah sistem penghitungan dial-up yang masih berdasarkan waktu dan
masih dirasakan sangat mahal.
ADSL sendiri merupakan salah satu dari beberapa jenis DSL, disamping SDSL, GHDSL, IDSL, VDSL, dan HDSL. DSL merupakan teknologi akses Internet menggunakan kabel tembaga, sering disebut
juga sebagai teknologi suntikan atau injection technology yang membantu kabel telepon biasa dalam menghantarkan data dalam
jumlah besar. DSL sendiri dapat tersedia berkat adanya sebuah perangkat yang
disebutDSLAM (DSL Acces
Multiplexter). Untuk mencapai tingkat kecepatan yang tinggi, DSL menggunakan
sinyal frekuensi hingga 1 MHz. Lain halnya untuk ADSL, sinyal frekuensi yang
dipakai hanya berkisar antara 20
KHz sampai 1 MHz. Sementara untuk
penggunaan ADSL di Indonesia dengan program Telkom Speedy, kecepatan
yang ditawarkan berkisar antara 1024
kbps untuk downstream dan 128 kbps untukupstream. Kecepatan downstream inilah yang menjadikan ADSL lebih cocok
untuk kalangan rumah tangga. Karena pada kalangan rumah tangga umumnya lebih
banyak kegiatan menerima, dibandingkan kegiatan mengirim. Seperti mendownload
data, gambar, musik, ataupun video.
Cara Penggunaan
Adapun cara-cara penggunaan ADSL di Indonesia, pertama-tama kita
terlebih dahulu harus memiliki perangkat ADSL. Setelah memiliki perangkat ADSL,
kita harus memeriksa keberadaan nomor telepon rumah kita di layanan Telkom Speedy, apakah
sudah terdaftar atau belum. Selanjutnya yang harus diperhatikan adalah,
seberapa jauh jarak antara gardu Telkom dengan rumah kita. Karena dalam ADSL,
jarak sangat berpengaruh pada kecepatan koneksi Internet. Setelah memastikan
bahwa nomor telepon sudah terdaftar dan jarak sudah diperhitungkan, yang harus
kita lakukan selanjutnya adalah pemasangan ADSL pada sambungan telepon.
Untuk menyambungkan antara ADSL dengan line telepon, kita menggunakan sebuah alat
yang disebut sebagai Splitter atau pembagi
line. Splitter ini berguna untuk menghilangkan
gangguan ketika kita menggunakan modem ADSL. Sehingga nantinya kita tetap dapat
menggunakan Internet dan menjawab telepon secara bersamaan
Kelebihan:
-
Pembagian frekuensi
menjadi dua, yaitu frekuensi tinggi untuk menghantarkan data, sementara
frekuensi rendah untuk menghantarkan suara dan fax.
-
Bagi pengguna di
Indonesia yang memakai program Speedy, penggunaan ADSL membuat kegiatan
Internet menjadi jauh lebih murah. Sehingga kita dapat berInternet tanpa
khawatir dengan tagihan yang membengkak.
Kelemahan:
-
Seperti sangat
berpengaruhnya jarak pada kecepatan pengiriman data.
-
Adanya load coils yang
dipakai untuk memberikan layanan telepon ke daerah-daerah, sementara load coils sendiri adalah peralatan induksi yang
menggeser frekuensi pembawa ke atas.
-
Adanya Bridged tap, yaitu bagian kabel yang tidak berada pada jalur yang langsung
antara pelanggan dan CO.
-
Penggunaan fiber
optic pada saluran telepon digital yang dipakai saat ini. Di mana
penggunaan fiber optic ini tidak sesuai dengan sistem ADSL yang masih
menggunakan saluran analog yaitu kabel tembaga.
3. Jaringan Leased Line
Leased line adalah saluran koneksi telepon permanen antara
dua titik yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi publik.
Umumnya, leased
line digunakan ketika terdapat kebutuhan komunikasi jarak jauh yang
harus dilakukan secara terus-menerus.
Leased line memiliki beberapa tingkatan tarif yang bergantung
kepada lebar jalur data yang mampu dikirimkan melaluileased line tersebut
Pengguna Leased Line
Biasanya, leased line digunakan oleh perusahaan untuk menghubungkan kantor geografis jauh. Tidak seperti koneksi dial-up, leased line selalu aktif. Biaya untuk koneksi adalah tingkat bulanan tetap. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi biaya bulanan jarak antara titik akhir dan kecepatan sirkuit. Karena koneksi tidak melakukan komunikasi orang lain, operator dapat menjamin tingkat tertentu kualitas.
Sejarah
Layanan leased lines (atau layanan jalur pribadi) menjadi digital pada tahun 1970 dengan konversi dari jaringan backbone Bell dari analog ke sirkuit digital. Konversi ini memungkinkan AT & T untuk menawarkan Dataphone Layanan Digital (kemudian kembali merek layanan data digital) yang mulai penyebaran ISDN dan garis T1 untuk bangunan pelanggan untuk menghubungkan.Leased line digunakan untuk menghubungkan komputer mainframe dengan terminal dan lokasi terpencil, melalui IBM Sistem Arsitektur Jaringan (dibuat tahun 1974) atau DECnet (dibuat dalam 1975).Dengan perluasan layanan digital pada 1980-an leased line digunakan untuk menghubungkan tempat pelanggan ke Frame Relay atau jaringan ATM. Akses kecepatan data meningkat dari pilihan T1 asli sampai ke sirkuit T3.
Pada 1990-an dengan kemajuan internet, leased lines juga digunakan untuk menghubungkan tempat pelanggan Point ISP Kehadiran yang sementara dekade berikutnya melihat konvergensi dari layanan tersebut (frame relay, ATM, internet untuk bisnis) dengan persembahan terpadu MPLS .Akses kecepatan data juga berkembang secara dramatis untuk kecepatan hingga 10GB / s dalam awal abad 21 dengan booming internet dan menawarkan peningkatan dalam jarak jauh jaringan optik atau Metropolitan Area Networks.
Alternatif
Leased lineLeased line lebih mahal daripada layanan konektivitas
alternatif termasuk (ADSL, SDSL, dll) karena mereka disediakan secara eksklusif
untuk penyewa tersebut. Beberapa penyedia layanan internet karena itu telah
mengembangkan produk alternatif yang bertujuan untuk memberikan jenis layanan
leased-line (Carrier Ethernet-berbasis, pertentangan nol, ketersediaan
dijamin), dengan bandwidth yang lebih moderat, melalui jaringan broadband
standar nasional Inggris. Sementara leased line full-duplex, alternatif jalur
yang paling leased memberikan hanya setengah-dupleks atau dalam banyak kasus
layanan asimetris.
4. Satelite VSAT
VSAT (dalam bahasa Inggris,
merupakan singkatan dari Very
Small Aperture Terminal) adalah stasiun penerima sinyal dari satelitdengan
antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter.
Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit.
Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di
atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner merupakan satelit yang
selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada
sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di atas
permukaan bumi, dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.
Sejarah
Di Amerika pada awal 80-an
muncul teknologi komunikasi satelit dengan antena kecil, yang mampu
menghubungkan point to multipoint atau sebaliknya multipoint to point.
Teknologi itu terkenal dengan sebutan VSAT (Very
Small Aperture Terminal).
VSAT masuk pertama ke
Indonesia tahun 1989 seiring dengan bermunculnya bank-bank swasta yang sangat
membutuhkan system komunikasi online seperti ATM (Automated Teller
Machine). Pemanfaatan VSAT di Indonesia termasuk yang pertama di Asia
Tenggara, yang dipelopori oleh perusahaan swasta nasional PT Citra Sari Makmur
(CSM) dengan lisensi PT TELKOM. CSM mulai beroperasi awal 1990 dengan
memanfaatkan satelit PALAPA. Saat ini selain CSM ada 3 operator VSAT swasta
yaitu Lintasarta, Elektrindo Nusantara dan Rintis Sejahtera (Primacom). Pangsa
pasar terbesar masih dikuasai CSM. Di luar itu masih ada 2 operator yang hanya
melayani kalangan sendiri, Dwi Mitra (kelompok Garuda Indonesia) dan BMG (Badan
Meteorologi dan Geofisika).
Komponen
·
Unit Luar (Outdoor
Unit (ODU):
1.
Antena/dish/parabola
ukuran 2 hingga 4 kaki (0.55-2.4 m), yang dipasang pada atap, dinding atau di
tanah.
2.
BUC (Block Up
Converter), yang menghantarkan sinyal informasi ke satelit.Juga sering disebut
sebagai Transmitter (Tx).
3.
LNB (Low Noise
Block Up), yang menerima sinyal informasi dari satelit. Juga sering disebut
sebagai Receiver (Rx).
·
Unit Dalam (Indoor
Unit (IDU)):
1.
Modem (Modulator
/ Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang
menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50
meter.
2.
IFL (Inter
Facility Link). Merupakan media penghubung antara ODU & IDU. Fisiknya
biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor
jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).
·
Satelit
Merupakan
alat di orbit bumi
khusus untuk menerima/ menghantar maklumat secara nirkabel, berkomunikasi melalui frekuensi radio.
menggunakan
Satelit Telkom 2 (Indonesia) digunakan untuk Depdagri, dengan teknologi C band
yang lebih tahan dengan cuaca di Indonesia (berhubungan dengan masalah curah
hujan yang cukup tinggi di Indonesia). Menggunakan Komunikasi 2 arah, menerima
dan menghantar isyarat. Daerah yang dipasang VSAT dikenali sebagai remote
terminal, dikawal oleh hub station. Semua isyarat dari satelit dikirim ke hub
terlebih dahulu sebelum dikirim kembali ke terminal remote lain, yaitu Propinsi
/ Kabupaten.
·
Kapasitas muat
turun (download) ialah 1 Mbps tetapi boleh dinaiktaraf sehingga mencapai 45
Mbps**
·
Kapasitas muat
naik (upload) pula ialah 128 Kbps tetapi boleh dinaiktaraf sehingga mencapai
1.1 Mbps**
·
Kontrak
perjanjian SchoolNet hanya 1 Mbps muatturun dan 128 Kbps muatnaik
Menggunakan Kabel
A. Koneksi ISDN (Integrated System Digital Network)
ISDN merupakan komunikasi melalui
jaringan telepon yang dapat
memisahkan
aplikasi suara (data analog)
dengan data non-
suara seperti teks, gambar,
dan video (data
digital) pada jaringan yang
sama. ISDN di-
kembangkan pada jaringan
telepon. Modem
ISDN tidak mengubah data
digital menjadi
data analog atau sebaliknya
seperti pada
modem dial up (tidak ada proses modulasi
dan demodulasi). Kecepatan
transfer data
dengan layanan ini mencapai
128 kbps, lebih
cepat bila dibandingkan
dengan kecepatan koneksi dial up.
B. Koneksi DSL (Digital Subscriber Line)
Cara kerja koneksi jenis ini mirip dengan ISDN,
yaitu dengan menumpangkan
sinyal transmisi data
frekuensi tinggi yang membawa data digital di saluran telepon.
Pada bagian pelanggan
dipasang pemisah sinyal (splitter) yang memisahkan sinyal
frekuensi tinggi agar tidak
mengganggu sinyal pembicaraan dan sinyal fungsi
operasional pesawat telepon.
Dengan demikian, kamu tetap bisa melakukan panggilan telepon ketika sedang
berinternet. Sinyal data frekuensi tinggi diproses dalam modem DSL guna
melangsungkan koneksi internet antara pelanggan dengan ISP. Kecepatan DSL
mencapai ratusan kbps hingga beberapa Mbps. Ada dua jenis teknologi DSL, yaitu
ASDL (Asymmetric Digital Sub- scriber Line) dan SSDL (Symmetric Digital Subscriber
Line). Selain itu tersedia juga layanan DSL yang lebih cepat dibandingkan DSL standar,
yaitu HDSL (High data-rate DSL) dan VDSL (Very high data-rate DSL).
a. ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line), kecepatan downstream
(transfer
data dari internet ke
komputer) lebih cepat dibandingkan kecepatan upstream
(transfer data dari komputer
ke internet). Layanan ini membutuhkan modem
khusus ADSL. Saat ini, ADSL
sangat populer di hampir seluruh belahan dunia
yang juga dikenal sebagai
teknologi Internet Broadband (internet berkecepatan
tinggi). Koneksi dengan
metode ini biaya operasionalnya lebih murah daripada
metode dial up. Namun biaya
yang dikeluarkan untuk mempersiapkan peralatan
koneksi seperti modem, NIC,
dan pengkabelan bisa jadi cukup mahal.
b. SSDL (Symmetric Digital Subscriber Line), kecepatan downstream
dan
upstream sama, biasanya diperuntukkan bagi usaha yang
menawarkan jasa
upload situs web, pengelola database
internet, atau penyedia jasa
video
conference.
Kelebihan:
-
Pemasangannya cepat
-
Jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan
bumi
Kekurangan:
-
Koneksinya rentan terhadap cuaca
-
Memakan tempat
-
Latency yang lebih tinggi dibandingkan kabel
5. Wi-Fi
adalah sebuah teknologi
terkenal yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara
nirkabel (menggunakan gelombang
radio) melalui sebuah jaringan
komputer, termasuk koneksi Internet
berkecepatan tinggi. Wi-Fi Alliance mendefinisikan Wi-Fi sebagai "produk jaringan wilayah lokal
nirkabel (WLAN)
apapun yang didasarkan pada standar Institute
of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11".[1] Meski begitu, karena kebanyakan WLAN zaman
sekarang didasarkan pada standar tersebut, istilah "Wi-Fi" dipakai
dalam bahasa Inggris umum sebagai sinonim "WLAN".
Sejarah
Istilah Wi-Fi,
pertama dipakai secara komersial pada bulan Agustus 1999, dicetuskan oleh sebuah firma
konsultasi merek bernama Interbrand Corporation. Wi-Fi Alliance mempekerjakan Interbrand untuk
menentukan nama yang "lebih mudah diucapkan daripada 'IEEE 802.11b Direct
Sequence’ Belanger juga
mengatakan bahwa Interbrand menciptakan Wi-Fi sebagai plesetan dari Hi-Fi (high fidelity); mereka juga merancang logo Wi-Fi.
Wi-Fi Alliance awalnya memakai slogan periklanan untuk Wi-Fi, "The Standard for Wireless Fidelity", tetapi kemudian menghapusnya dari
pemasaran mereka. Meski begitu, sejumlah dokumen dari Alliance tahun 2003 dan
2004 masih menggunakan istilah Wireless
Fidelity. Belum ada pernyataan resmi mengenai penghapusan istilah ini.
Teknologi non-Wi-Fi yang dibutuhkan untuk titik-titk tetap seperti Motorola
Canopy biasanya
disebut nirkabel
tetap. Teknologi nirkabel alternatif meliputi standar telepon genggam
seperti 2G, 3G, atau 4G.
Sejarah teknologi 802.11 berawal pada putusan Komisi Komunikasi
Federal AS tahun 1985 yang merilis pita GSM untuk pemakaian tanpa lisensi. Pada
tahun 1991, NCR Corporation bersama AT&T menemukan pendahulu 802.11 yang ditujukan untuk sistem kasir.
Produk-produk nirkabel pertama berada di bawah nama WaveLAN.
Sejumlah besar paten oleh banyak perusahaan memakai standar
802.11. Pada tahun 1992 dan 1996,
organisasi Australia CSIRO mendapatkan paten untuk sebuah metode yang kelak dipakai di Wi-Fi
untuk menghapus gangguan sinyal. Pada
bulan April 2009, 14 perusahaan teknologi setuju membayar $250 juta kepada
CSIRO karena melanggar paten-paten mereka.Ini mendorong Wi-Fi disebut-sebut
sebagai temuan Australia,meski hal ini telah menjadi topik sejumlah kontrover. CSIRO memenangkan gugatan senilai $220
juta atas pelanggaran paten Wi-Fi tahun 2012 yang meminta firma-firma global di
Amerika Serikat membayar hak lisensi kepada CSIRO senilai $1 miliar
Tahun 1999, Wi-Fi
Alliance dibentuk
sebagai sebuah asosiasi dagang untuk memegang merek dagang Wi-Fi yang digunakan
oleh banyak produk.
Kelebihan:
-
Tanpa kabel
-
Menggunakan gelombang
radio dengan frekuensi 2,4 GHz
-
Menggunakan jalur akses
jaringan
-
Mengurangi biaya
penyebaran jariangan dan ekspansi
-
Produk Wi-Fi tersedia
dipasar secara luas
-
Didukung dengan roaming
Kelemahan:
-
Konfigurasi dan jenis enkripsi
-
Penyaluran gelombang
dan ketebatasan operasional yang tak konnsisten
-
Jaringan WiFi memiliki
rentang yang terbatas
-
Bertabrakan dengan
perangkat lain (bluetooth, telepon tanpa kabel, dll)
-
Berbahaya untuk
melakukan serangan uang yang akan sangat sulit untuk melacak diluar jalur akses
pemilik
6. Telepon Genggam (handphone)
Menghubungkan komputer ke internet melalui
sambungan jaringan hp dapat dihubungkan memalui Bluetooth maupun usb kabel.
Saat online jalur telepon juga tak terganggu. Bisa menggunakan jaringan GSM
maupun CDMA. GSM dapat lebih cepat dengan teknologi 3G atau bahkan teknologi
3,5G. Sedangkan CDMA menggunakan teknologi CDMA 2000 1X hampir setara dengan
3G. Perhitungan biaya hampir sama semua yaitu menggunakan sistem perhitungan
per kilobyte, dengan kecepatan mulai dari 64kb – 2mb.
Jenis
A. WAP
Salah satu protokol yang
dikembangkan untuk koneksi data secara wireless melalui
telepon genggam adalah WAP
(Wireless Application Protocol). WAP merupakan
hasil kerjasama
antarindustri untuk membuat sebuah standar terbuka yang berbasis
pada standar internet dan
beberapa protokol yang sudah dioptimasi untuk lingkungan
wireless. WAP bekerja dalam
modus teks dengan kecepatan sekitar 9,6 kbps. Karena
keterbatasan kecepatan,
kemudian dikembangkan teknologi HSCSD (High Speed
Circuit Switched Data) pada
jaringan GSM (Global System for Mobile communi-
cations) dengan kecepatan
transfer data 57,6 kbps.
B. GPRS
Untuk meningkatkan kecepatan
transfer data melalui telepon genggam, para ahli
mengembangkan teknologi
generasi kedua (2G) yaitu GPRS (General Packet Radio
Service) sebagai salah satu
standar komunikasi wireless. Dibandingkan dengan
protokol WAP, GPRS memiliki
kelebihan dalam kecepatannya yaitu mencapai 115
kbps. GPRS mendukung format
data yang lebih luas, termasuk aplikasi grafis dan
multimedia. Layanan ini
dapat diakses melalui telepon genggam yang mendukung
fasilitas GPRS. Teknologi
lanjutan dari GPRS untuk memperoleh kecepatan transfer
data yang lebih tinggi
disebut EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Environment).
EDGE sering disebut
teknologi komunikasi bergerak generasi 2,5 (2,5 G) yang
memiliki kecepatan transfer
384 kbps.
C. 3G
Tuntutan pengguna telepon
genggam untuk bisa bertelepon sambil bertatap muka
(video calling) atau
mengirim foto dan video dengan cepat, diperlukan kemampuan
transfer data yang lebih
cepat lagi. Maka dikembangkan teknologi wireless mobile
generasi ketiga (3G), yaitu
W-CDMA (Wideband Code Division Multiple Access)
atau juga disebut UMTS
(Universal Mobile Telecommunication Service). Layanan
3G ini dapat mencapai
kecepatan transfer data hingga 2 Mbps. Saat ini telah tersedia
teknologi transfer data yang
lebih cepat, yaitu HSDPA (High Speed Downlink
Pocket Addressing atau
sering disebut 3,5G). Telepon genggam yang mempunyai
teknologi HSDPA dapat
mengakses internet hingga kecepatan 3,6 Mbps. Bahkan
tengah dikembangkan
teknologi komunikasi bergerak generasi keempat atau 4G
dan 4,5 G yang mampu
melakukan transfer data lebih cepat lagi. Sayangnya, teknologi
3G belum tersedia secara
merata di seluruh wilayah tanah air kita. Infrastruktur 3G
masih mahal, oleh karena itu
layanan ini baru tersedia di beberapa kota di Pulau
Jawa. Belum lagi harga
telepon genggam yang mendukung 3G masih cukup mahal.
Kelebihan:
-
Dapat mengakses diamana pun berada
Kelemahan:
-
Bergantung pada baterai handphone
-
Bergantung pada sinyal yang diterima oleh handphone
-
Hanya dapat digunakan pada daerah yang termasuk
converage dari kartu yang digunakan
7. Modem
Modem berasal dari singkatanModulator Demodulator. Modulatormerupakan bagian yang
mengubah sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa (carrier) dan siap
untuk dikirimkan, sedangkan Demodulatoradalah
bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari
sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan
baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat
komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya
menggunakan bagian yang disebut "modem", seperti VSAT, Microwave
Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat
keras yang
sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.
Jenis
-
Modem ISDN
-
Modem GSM
-
Modem CDMA
-
Modem Analog
-
Modem ADSL
-
Modem kabel
Kelebihan
& Kekurangan: Bergantung pada kartu yang digunakan



0 komentar:
Posting Komentar