Senin, 04 Maret 2013

Koneksi Internet


1. Dial Up
Akses Internet putar-nomor (bahasa Inggris: dial-up connection) adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada akses Internet dengan menggunakan jalur telepon tetap atau telepon bergerak. Pertama-tama, komputer melalui modem melakukan pemanggilan telepon (dial-up) ke Penyelenggara Jasa Internet. Setelah terhubung maka komputer dapat segera mengakses Internet dan kemudian mengakhiri koneksi dengan memutuskan hubungan telepon.
Masih banyak orang yang mempergunakan layanan Dial-up ini disebabkan ketidakmampuan mendapatkan layanan hubungan kecepatan tinggi (high-speed Internetconnection), karena keterbatasan biaya dan area geografis.
Cara Penggunaan
Untuk melakukan Dial-up Connection, dibutuhkan perangkat-perangkat sebagai berikut:
·         Perangkat keras:
·         Komputer
·         Modem
·         Saluran Telepon
·         Perangkat Lunak: pada umumnya disediakan oleh ISP dimana kita berlangganan.
·         Nama pengguna dan kata sandi: disediakan oleh ISP dimana kita berlangganan, login tidak dapat diganti sedangkan password dapat kita ganti sendiri secara berkala untuk menjaga keamanan.
Yang perlu kita lakukan adalah:
·         Berlangganan ke salah satu ISP terdekat
·         Memasang modem ke komputer kita
·         Meng-install software Internet yang disediakan oleh ISP
·         Menghubungkan diri (dial-up) ke ISP
Setelah komputer terhubung ke ISP maka saat itu pula komputer sudah dapat terhubung ke Internet dan kita dapat memulai penjelajahan di Internet. Hubungan ke Internet hanya terjalin selama mempertahankan koneksi komputer kita ke ISP melalui modem. Begitu kita memutuskan hubungan modem ke ISP maka saat itu pula kompuer terputus dari Internet.
Hubungan yang kita lakukan ke ISP adalah hubungan lokal (menggunakan pulsa telepon lokal) namun kita sudah bisa menjelajahi Internet dan mengunjungi tempat-tempat lain di seluruh dunia. Tentunya ‘kunjungan’ kita ke tempat-tempat lain tersebut bersifat maya (tidak nyata) karena kita hanya dapat melihat-lihat informasi yang terkandung di komputer-komputer lain di seluruh dunia yang terhubung ke Internet. Karena sifatnya yang maya inilah maka Internet dikenal sebagai cyberspace (dunia maya).
Dial-up Connection ini pada umumnya digunakan oleh pribadi-pribadi yang menginginkan untuk mengakses Internet dari rumah. Komputer yang digunakan untuk dial-up pada umumnya adalah sebuah komputer tunggal (bukan jaringan komputer)
Kelebihan:
-          Biasanya memberikan IP yang dinamisi
-          Sudah diintegrasi ke semu laptop keluaran baru
-          Besar biaya dapat diperkirakan
-          Cara pendeteksi kerusakan mudah
Kelemahan:
-          Boros kabel
-          Pemakaian berlangganan
-          Jalan waktu browsing lambat
-          Sering terjadi trouble
-          Tak bisa dibawa kemana-mana
-          Memerlukan saluran telepon untuk tersambung ke internet

2. ADSL 
Asymmetric Digital Subscriber Line adalah salah satu bentuk dari teknologi DSL. Ciri khas ADSL adalah sifatnya yang asimetrik, yaitu bahwa data ditransferkan dalam kecepatan yang berbeda dari satu sisi ke sisi yang lain.  
Sejarah
Sebelum ADSL, kita sudah terlebih dulu mengenal sistem yang disebut dial-up. Sistem ini menggunakan sambungan kabel telepon sebagai jaringan penghubung dengan Internet Service Provider (ISP). Namun dalam penggunaannya, dial-up memiliki beberapa kekurangan. Seperti rendahnya kecepatan dalam mengakses Internet, terlebih di jam-jam tertentu yang merupakan waktu sibuk atau office hour. Selain itu, karena menggunakan sambungan telepon, kita tidak bisa menggunakan telepon bila sedang melakukan koneksi Internet. Penggunaan sambungan telepon juga memungkinkan tingginya tingkat gangguan atau noise bila sedang menggunakan Internet. Kekurangan lainnya adalah sistem penghitungan dial-up yang masih berdasarkan waktu dan masih dirasakan sangat mahal.
ADSL sendiri merupakan salah satu dari beberapa jenis DSL, disamping SDSL, GHDSL, IDSL, VDSL, dan HDSL. DSL merupakan teknologi akses Internet menggunakan kabel tembaga, sering disebut juga sebagai teknologi suntikan atau injection technology yang membantu kabel telepon biasa dalam menghantarkan data dalam jumlah besar. DSL sendiri dapat tersedia berkat adanya sebuah perangkat yang disebutDSLAM (DSL Acces Multiplexter). Untuk mencapai tingkat kecepatan yang tinggi, DSL menggunakan sinyal frekuensi hingga 1 MHz. Lain halnya untuk ADSL, sinyal frekuensi yang dipakai hanya berkisar antara 20 KHz sampai 1 MHz. Sementara untuk penggunaan ADSL di Indonesia dengan program Telkom Speedy, kecepatan yang ditawarkan berkisar antara 1024 kbps untuk downstream dan 128 kbps untukupstream. Kecepatan downstream inilah yang menjadikan ADSL lebih cocok untuk kalangan rumah tangga. Karena pada kalangan rumah tangga umumnya lebih banyak kegiatan menerima, dibandingkan kegiatan mengirim. Seperti mendownload data, gambar, musik, ataupun video.
Cara Penggunaan
Adapun cara-cara penggunaan ADSL di Indonesia, pertama-tama kita terlebih dahulu harus memiliki perangkat ADSL. Setelah memiliki perangkat ADSL, kita harus memeriksa keberadaan nomor telepon rumah kita di layanan Telkom Speedy, apakah sudah terdaftar atau belum. Selanjutnya yang harus diperhatikan adalah, seberapa jauh jarak antara gardu Telkom dengan rumah kita. Karena dalam ADSL, jarak sangat berpengaruh pada kecepatan koneksi Internet. Setelah memastikan bahwa nomor telepon sudah terdaftar dan jarak sudah diperhitungkan, yang harus kita lakukan selanjutnya adalah pemasangan ADSL pada sambungan telepon.
Untuk menyambungkan antara ADSL dengan line telepon, kita menggunakan sebuah alat yang disebut sebagai Splitter atau pembagi line. Splitter ini berguna untuk menghilangkan gangguan ketika kita menggunakan modem ADSL. Sehingga nantinya kita tetap dapat menggunakan Internet dan menjawab telepon secara bersamaan
Kelebihan:
-          Pembagian frekuensi menjadi dua, yaitu frekuensi tinggi untuk menghantarkan data, sementara frekuensi rendah untuk menghantarkan suara dan fax.
-          Bagi pengguna di Indonesia yang memakai program Speedy, penggunaan ADSL membuat kegiatan Internet menjadi jauh lebih murah. Sehingga kita dapat berInternet tanpa khawatir dengan tagihan yang membengkak.
Kelemahan:
-          Seperti sangat berpengaruhnya jarak pada kecepatan pengiriman data.
-          Tidak semua software dapat menggunakan modem ADSL semisal Mac.
-          Adanya load coils yang dipakai untuk memberikan layanan telepon ke daerah-daerah, sementara load coils sendiri adalah peralatan induksi yang menggeser frekuensi pembawa ke atas.
-          Adanya Bridged tap, yaitu bagian kabel yang tidak berada pada jalur yang langsung antara pelanggan dan CO.
-          Penggunaan fiber optic pada saluran telepon digital yang dipakai saat ini. Di mana penggunaan fiber optic ini tidak sesuai dengan sistem ADSL yang masih menggunakan saluran analog yaitu kabel tembaga.
-          Kecepatan koneksi modem ADSL masih tergantung dengan jarak tiang Telkom atau DSLAM terdekat.

3. Jaringan Leased Line

Leased line adalah saluran koneksi telepon permanen antara dua titik yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi publik.
Umumnya, leased line digunakan ketika terdapat kebutuhan komunikasi jarak jauh yang harus dilakukan secara terus-menerus.
Leased line memiliki beberapa tingkatan tarif yang bergantung kepada lebar jalur data  yang mampu dikirimkan melaluileased line tersebut
 
Pengguna Leased Line
 
Biasanya, leased line digunakan oleh perusahaan untuk menghubungkan kantor geografis jauh. Tidak seperti koneksi dial-up, leased line selalu aktif. Biaya untuk koneksi adalah tingkat bulanan tetap. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi biaya bulanan jarak antara titik akhir dan kecepatan sirkuit. Karena koneksi tidak melakukan komunikasi orang lain, operator dapat menjamin tingkat tertentu kualitas.
Sejarah

Layanan leased lines (atau layanan jalur pribadi) menjadi digital pada tahun 1970 dengan konversi dari jaringan backbone Bell dari analog ke sirkuit digital.
 Konversi ini memungkinkan AT & T untuk menawarkan Dataphone Layanan Digital (kemudian kembali merek layanan data digital) yang mulai penyebaran ISDN dan garis T1 untuk bangunan pelanggan untuk menghubungkan.Leased line digunakan untuk menghubungkan komputer mainframe dengan terminal dan lokasi terpencil, melalui IBM Sistem Arsitektur Jaringan (dibuat tahun 1974) atau DECnet (dibuat dalam 1975).Dengan perluasan layanan digital pada 1980-an leased line digunakan untuk menghubungkan tempat pelanggan ke Frame Relay atau jaringan ATM. Akses kecepatan data meningkat dari pilihan T1 asli sampai ke sirkuit T3.
Pada 1990-an dengan kemajuan internet, leased lines juga digunakan untuk menghubungkan tempat pelanggan Point ISP Kehadiran yang sementara dekade berikutnya melihat konvergensi dari layanan tersebut (frame relay, ATM, internet untuk bisnis) dengan persembahan terpadu MPLS .Akses kecepatan data juga berkembang secara dramatis untuk kecepatan hingga 10GB / s dalam awal abad 21 dengan booming internet dan menawarkan peningkatan dalam jarak jauh jaringan optik atau Metropolitan Area Networks.    
Alternatif
Leased lineLeased line lebih mahal daripada layanan konektivitas alternatif termasuk (ADSL, SDSL, dll) karena mereka disediakan secara eksklusif untuk penyewa tersebut. Beberapa penyedia layanan internet karena itu telah mengembangkan produk alternatif yang bertujuan untuk memberikan jenis layanan leased-line (Carrier Ethernet-berbasis, pertentangan nol, ketersediaan dijamin), dengan bandwidth yang lebih moderat, melalui jaringan broadband standar nasional Inggris. Sementara leased line full-duplex, alternatif jalur yang paling leased memberikan hanya setengah-dupleks atau dalam banyak kasus layanan asimetris. 
4. Satelite VSAT
VSAT (dalam bahasa Inggris, merupakan singkatan dari Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun penerima sinyal dari satelitdengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner merupakan satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi, dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.
Sejarah
Di Amerika pada awal 80-an muncul teknologi komunikasi satelit dengan antena kecil, yang mampu menghubungkan point to multipoint atau sebaliknya multipoint to point. Teknologi itu terkenal dengan sebutan VSAT (Very Small Aperture Terminal).

VSAT masuk pertama ke Indonesia tahun 1989 seiring dengan bermunculnya bank-bank swasta yang sangat membutuhkan system komunikasi online seperti ATM (Automated Teller Machine). Pemanfaatan VSAT di Indonesia termasuk yang pertama di Asia Tenggara, yang dipelopori oleh perusahaan swasta nasional PT Citra Sari Makmur (CSM) dengan lisensi PT TELKOM. CSM mulai beroperasi awal 1990 dengan memanfaatkan satelit PALAPA. Saat ini selain CSM ada 3 operator VSAT swasta yaitu Lintasarta, Elektrindo Nusantara dan Rintis Sejahtera (Primacom). Pangsa pasar terbesar masih dikuasai CSM. Di luar itu masih ada 2 operator yang hanya melayani kalangan sendiri, Dwi Mitra (kelompok Garuda Indonesia) dan BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika).

Komponen
·         Unit Luar (Outdoor Unit (ODU):
1.      Antena/dish/parabola ukuran 2 hingga 4 kaki (0.55-2.4 m), yang dipasang pada atap, dinding atau di tanah.
2.      BUC (Block Up Converter), yang menghantarkan sinyal informasi ke satelit.Juga sering disebut sebagai Transmitter (Tx).
3.      LNB (Low Noise Block Up), yang menerima sinyal informasi dari satelit. Juga sering disebut sebagai Receiver (Rx).
·         Unit Dalam (Indoor Unit (IDU)):
1.      Modem (Modulator / Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50 meter.
2.      IFL (Inter Facility Link). Merupakan media penghubung antara ODU & IDU. Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).
·         Satelit
Merupakan alat di orbit bumi khusus untuk menerima/ menghantar maklumat secara nirkabel, berkomunikasi melalui frekuensi radio.
menggunakan Satelit Telkom 2 (Indonesia) digunakan untuk Depdagri, dengan teknologi C band yang lebih tahan dengan cuaca di Indonesia (berhubungan dengan masalah curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia). Menggunakan Komunikasi 2 arah, menerima dan menghantar isyarat. Daerah yang dipasang VSAT dikenali sebagai remote terminal, dikawal oleh hub station. Semua isyarat dari satelit dikirim ke hub terlebih dahulu sebelum dikirim kembali ke terminal remote lain, yaitu Propinsi / Kabupaten.
·         Kapasitas muat turun (download) ialah 1 Mbps tetapi boleh dinaiktaraf sehingga mencapai 45 Mbps**
·         Kapasitas muat naik (upload) pula ialah 128 Kbps tetapi boleh dinaiktaraf sehingga mencapai 1.1 Mbps**
·         Kontrak perjanjian SchoolNet hanya 1 Mbps muatturun dan 128 Kbps muatnaik

Menggunakan Kabel
A. Koneksi ISDN (Integrated System Digital Network)
ISDN merupakan komunikasi melalui
jaringan telepon yang dapat memisahkan
aplikasi suara (data analog) dengan data non-
suara seperti teks, gambar, dan video (data
digital) pada jaringan yang sama. ISDN di-
kembangkan pada jaringan telepon. Modem
ISDN tidak mengubah data digital menjadi
data analog atau sebaliknya seperti pada
modem dial up  (tidak ada proses modulasi
dan demodulasi). Kecepatan transfer data
dengan layanan ini mencapai 128 kbps, lebih
cepat bila dibandingkan dengan kecepatan koneksi dial up.

B. Koneksi DSL (Digital Subscriber Line)

Cara kerja koneksi jenis ini mirip dengan ISDN, yaitu dengan menumpangkan
sinyal transmisi data frekuensi tinggi yang membawa data digital di saluran telepon.
Pada bagian pelanggan dipasang pemisah sinyal (splitter) yang memisahkan sinyal
frekuensi tinggi agar tidak mengganggu sinyal pembicaraan dan sinyal fungsi
operasional pesawat telepon. Dengan demikian, kamu tetap bisa melakukan panggilan telepon ketika sedang berinternet. Sinyal data frekuensi tinggi diproses dalam modem DSL guna melangsungkan koneksi internet antara pelanggan dengan ISP. Kecepatan DSL mencapai ratusan kbps hingga beberapa Mbps. Ada dua jenis teknologi DSL, yaitu ASDL (Asymmetric Digital Sub- scriber Line) dan SSDL (Symmetric Digital Subscriber Line). Selain itu tersedia juga layanan DSL yang lebih cepat dibandingkan DSL standar, yaitu HDSL (High data-rate DSL) dan VDSL (Very high data-rate DSL).

a. ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line), kecepatan downstream (transfer
data dari internet ke komputer) lebih cepat dibandingkan kecepatan upstream
(transfer data dari komputer ke internet). Layanan ini membutuhkan modem
khusus ADSL. Saat ini, ADSL sangat populer di hampir seluruh belahan dunia
yang juga dikenal sebagai teknologi Internet Broadband (internet berkecepatan
tinggi). Koneksi dengan metode ini biaya operasionalnya lebih murah daripada
metode dial up. Namun biaya yang dikeluarkan untuk mempersiapkan peralatan
koneksi seperti modem, NIC, dan pengkabelan bisa jadi cukup mahal.

b. SSDL (Symmetric Digital Subscriber Line), kecepatan  downstream  dan
upstream  sama, biasanya diperuntukkan bagi usaha yang menawarkan jasa
upload  situs web, pengelola  database  internet, atau penyedia jasa  video
conference.

Kelebihan:
-          Pemasangannya cepat
-          Jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan bumi

Kekurangan:
-          Koneksinya rentan terhadap cuaca
-          Memakan tempat
-          Latency yang lebih tinggi dibandingkan kabel

5. Wi-Fi
adalah sebuah teknologi terkenal yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel (menggunakan gelombang radio) melalui sebuah jaringan komputer, termasuk koneksi Internet berkecepatan tinggi. Wi-Fi Alliance mendefinisikan Wi-Fi sebagai "produk jaringan wilayah lokal nirkabel (WLAN) apapun yang didasarkan pada standar Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11".[1] Meski begitu, karena kebanyakan WLAN zaman sekarang didasarkan pada standar tersebut, istilah "Wi-Fi" dipakai dalam bahasa Inggris umum sebagai sinonim "WLAN".
Sejarah
Istilah Wi-Fi, pertama dipakai secara komersial pada bulan Agustus 1999, dicetuskan oleh sebuah firma konsultasi merek bernama Interbrand Corporation. Wi-Fi Alliance mempekerjakan Interbrand untuk menentukan nama yang "lebih mudah diucapkan daripada 'IEEE 802.11b Direct Sequence’ Belanger juga mengatakan bahwa Interbrand menciptakan Wi-Fi sebagai plesetan dari Hi-Fi (high fidelity); mereka juga merancang logo Wi-Fi.
Wi-Fi Alliance awalnya memakai slogan periklanan untuk Wi-Fi, "The Standard for Wireless Fidelity", tetapi kemudian menghapusnya dari pemasaran mereka. Meski begitu, sejumlah dokumen dari Alliance tahun 2003 dan 2004 masih menggunakan istilah Wireless Fidelity. Belum ada pernyataan resmi mengenai penghapusan istilah ini.
Logo yin-yang Wi-Fi menandakan sertifikasi interoperabilitas suatu produk.
Teknologi non-Wi-Fi yang dibutuhkan untuk titik-titk tetap seperti Motorola Canopy biasanya disebut nirkabel tetap. Teknologi nirkabel alternatif meliputi standar telepon genggam seperti 2G, 3G, atau 4G.
Sejarah teknologi 802.11 berawal pada putusan Komisi Komunikasi Federal AS tahun 1985 yang merilis pita GSM untuk pemakaian tanpa lisensi.  Pada tahun 1991, NCR Corporation bersama AT&T menemukan pendahulu 802.11 yang ditujukan untuk sistem kasir. Produk-produk nirkabel pertama berada di bawah nama WaveLAN.
Vic Hayes dijuluki "Bapak Wi-Fi. Ia terlibat dalam perancangan standar pertama IEEE.
Sejumlah besar paten oleh banyak perusahaan memakai standar 802.11. Pada tahun 1992 dan 1996, organisasi Australia CSIRO mendapatkan paten untuk sebuah metode yang kelak dipakai di Wi-Fi untuk menghapus gangguan sinyal. Pada bulan April 2009, 14 perusahaan teknologi setuju membayar $250 juta kepada CSIRO karena melanggar paten-paten mereka.Ini mendorong Wi-Fi disebut-sebut sebagai temuan Australia,meski hal ini telah menjadi topik sejumlah kontrover. CSIRO memenangkan gugatan senilai $220 juta atas pelanggaran paten Wi-Fi tahun 2012 yang meminta firma-firma global di Amerika Serikat membayar hak lisensi kepada CSIRO senilai $1 miliar
Tahun 1999, Wi-Fi Alliance dibentuk sebagai sebuah asosiasi dagang untuk memegang merek dagang Wi-Fi yang digunakan oleh banyak produk.

Kelebihan:
-          Tanpa kabel
-          Menggunakan gelombang radio dengan frekuensi 2,4 GHz
-          Menggunakan jalur akses jaringan
-          Mengurangi biaya penyebaran jariangan dan ekspansi
-          Produk Wi-Fi tersedia dipasar secara luas
-          Didukung dengan roaming

Kelemahan:
-          Konfigurasi dan jenis enkripsi
-          Penyaluran gelombang dan ketebatasan operasional yang tak konnsisten
-          Jaringan WiFi memiliki rentang yang terbatas
-          Bertabrakan dengan perangkat lain (bluetooth, telepon tanpa kabel, dll)
-          Berbahaya untuk melakukan serangan uang yang akan sangat sulit untuk melacak diluar jalur akses pemilik
6. Telepon Genggam (handphone)
Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan hp dapat dihubungkan memalui Bluetooth maupun usb kabel. Saat online jalur telepon juga tak terganggu. Bisa menggunakan jaringan GSM maupun CDMA. GSM dapat lebih cepat dengan teknologi 3G atau bahkan teknologi 3,5G. Sedangkan CDMA menggunakan teknologi CDMA 2000 1X hampir setara dengan 3G. Perhitungan biaya hampir sama semua yaitu menggunakan sistem perhitungan per kilobyte, dengan kecepatan mulai dari 64kb – 2mb.
Jenis
A. WAP
Salah satu protokol yang dikembangkan untuk koneksi data secara wireless melalui
telepon genggam adalah WAP (Wireless Application Protocol). WAP merupakan
hasil kerjasama antarindustri untuk membuat sebuah standar terbuka yang berbasis
pada standar internet dan beberapa protokol yang sudah dioptimasi untuk lingkungan
wireless. WAP bekerja dalam modus teks dengan kecepatan sekitar 9,6 kbps. Karena
keterbatasan kecepatan, kemudian dikembangkan teknologi HSCSD (High Speed
Circuit Switched Data) pada jaringan GSM (Global System for Mobile communi-
cations) dengan kecepatan transfer data 57,6 kbps.
B. GPRS
Untuk meningkatkan kecepatan transfer data melalui telepon genggam, para ahli
mengembangkan teknologi generasi kedua (2G) yaitu GPRS (General Packet Radio
Service) sebagai salah satu standar komunikasi wireless. Dibandingkan dengan
protokol WAP, GPRS memiliki kelebihan dalam kecepatannya yaitu mencapai 115
kbps. GPRS mendukung format data yang lebih luas, termasuk aplikasi grafis dan
multimedia. Layanan ini dapat diakses melalui telepon genggam yang mendukung
fasilitas GPRS. Teknologi lanjutan dari GPRS untuk memperoleh kecepatan transfer
data yang lebih tinggi disebut EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Environment).
EDGE sering disebut teknologi komunikasi bergerak generasi 2,5 (2,5 G) yang
memiliki kecepatan transfer 384 kbps.

C. 3G
Tuntutan pengguna telepon genggam untuk bisa bertelepon sambil bertatap muka
(video calling) atau mengirim foto dan video dengan cepat, diperlukan kemampuan
transfer data yang lebih cepat lagi. Maka dikembangkan teknologi wireless mobile
generasi ketiga (3G), yaitu W-CDMA (Wideband Code Division Multiple Access)
atau juga disebut UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service). Layanan
3G ini dapat mencapai kecepatan transfer data hingga 2 Mbps. Saat ini telah tersedia
teknologi transfer data yang lebih cepat, yaitu HSDPA (High Speed Downlink
Pocket Addressing atau sering disebut 3,5G). Telepon genggam yang mempunyai
teknologi HSDPA dapat mengakses internet hingga kecepatan 3,6 Mbps. Bahkan
tengah dikembangkan teknologi komunikasi bergerak generasi keempat atau 4G
dan 4,5 G yang mampu melakukan transfer data lebih cepat lagi. Sayangnya, teknologi
3G belum tersedia secara merata di seluruh wilayah tanah air kita. Infrastruktur 3G
masih mahal, oleh karena itu layanan ini baru tersedia di beberapa kota di Pulau
Jawa. Belum lagi harga telepon genggam yang mendukung 3G masih cukup mahal.

Kelebihan:
-          Dapat mengakses diamana pun berada

Kelemahan:
-          Bergantung pada baterai handphone
-          Bergantung pada sinyal yang diterima oleh handphone
-          Hanya dapat digunakan pada daerah yang termasuk converage dari kartu yang digunakan

7. Modem
Modem berasal dari singkatanModulator Demodulator. Modulatormerupakan bagian yang mengubah sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulatoradalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut "modem", seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.
Jenis
-          Modem ISDN
-          Modem GSM
-          Modem CDMA
-          Modem Analog
-          Modem ADSL
-          Modem kabel

Kelebihan & Kekurangan: Bergantung pada kartu yang digunakan


0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More